Pesatnya perkembangan teknologi digital mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi, salah satunya melalui penerapan pembelajaran coding di Sekolah Dasar dan Menengah. Kini, coding tidak lagi sekadar keterampilan bagi calon programmer, tetapi menjadi bagian penting dari literasi digital yang perlu diperkenalkan sejak dini untuk membekali siswa menghadapi era transformasi digital.
Apa Itu Coding dan Mengapa Penting Diajarkan Sejak Dini?
Coding adalah seni atau proses menyusun instruksi kepada komputer agar menjalankan tugas tertentu. Bagi siswa SD dan SMP, coding tidak selalu berarti menulis baris kode yang rumit, melainkan belajar berpikir logis, sistematis, dan terstruktur melalui aktivitas yang menyenangkan. Putra (2025) menyampaikan bahwa melalui pembelajaran coding, para siswa tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, melainkan juga bermanfaat untuk mengembangkan pola pikir yang lebih sistematis dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Kompetensi Coding di tingkat SD/ MI menurut Kemendikdasmen
Coding dalam Kurikulum SD dan SMP
Penerapan coding di sekolah dasar dan menengah umumnya dilakukan secara bertahap dan kontekstual. Di jenjang SD, pembelajaran coding bisa diperkenalkan melalui:
- Permainan logika dan puzzle digital.
- Aplikasi visual berbasis blok seperti Scratch.
- Aktivitas unplugged coding (tanpa perangkat digital). Mengutip dari Salamah, et al (2025) Unplugged coding adalah pengenalan konsep dasar pemrograman melalui aktivitas non-digital, seperti aktivitas dengan kartu instruksi, maze, serta permainan perintah dan aksi.
Sementara di jenjang SMP, coding mulai diarahkan pada:
- Pengenalan algoritma sederhana.
- Pembuatan program atau game sederhana.
- Dasar-dasar bahasa pemrograman yang ramah pemula.
- Proyek berbasis pemecahan masalah sehari-hari.
Peran Coding dalam Membangun Literasi Digital
Literasi digital tidak sebatas membahas kemampuan penggunaan perangkat teknologi, tetapi juga memahami, menganalisis, dan menciptakan solusi digital. Pembelajaran coding berperan penting dalam membangun literasi digital. Mengutip dari kodingnext.com peran coding diantaranya dapat membantu siswa untuk:
- Memahami cara kerja sistem digital dibalik aplikasi yang digunakan.
- Mengidentifikasi masalah.
- Melatih logika dan eksperimen.
- Belajar melihat peluang.
- Meningkatkan kepercayaan diri dan pemikiran kritis dalam memanfaatkan teknologi.
Tantangan Implementasi Coding di Sekolah
Meski potensinya besar, penerapan coding dalam kurikulum Sekolah Dasar dan Menengah juga menghadapi beberapa tantangan, seperti yang disampaikan oleh Zubaidah (2025):
- Kurangnya tenaga pengajar terlatih, khususnya di bidang coding.
- Kesenjangan akses atau keterbatasan Infrastruktur.
- Persepsi bahwa coding adalah pelajaran yang sulit untuk dipahami.
Strategi Efektif Mengajarkan Coding
Integrasi coding di Sekolah Dasar dan Menengah menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat literasi digital, logika, dan kreativitas siswa. Pendidikan harus melahirkan generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakannya. Pertanyaannya kini bukan lagi perlu atau tidak, melainkan seberapa siap kita membimbing mereka menuju masa depan Indonesia berbasis teknologi.
Referensi
Putra, I. A., Nugroho, A., & Wakhudin, W. (2025). The Urgency of Learning Coding for Elementary School Students in Indonesia. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 25, 346–351. https://doi.org/10.30595/pssh.v25i.1717
Salamah, U., Rofi’ah, U. A., Hidayati, N., & Lisaniyah, F. H. (2025). Inovasi Pembelajaran Coding Hijaiyah dalam Menstimulasi Keterampilan Problem-Solving Anak Usia Dini di Era Modern. Journal of Early Childhood and Character Education, 5(1), 17-34.
Zubaidah, D., & Aripin, S. (2025). The Concept of Coding Learning and its Implications in the National Curriculum. TA’LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam, 14(2), 186-196.

