EdTech Webinar: Strategi Kokurikuler Kreatif: Mengemas Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) telah diselenggarakan pada Kamis, 12 Februari 2026, secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 30 peserta yang terdiri dari pendidik dan praktisi pembelajaran dari berbagai daerah yang memiliki ketertarikan terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Webinar ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kurnia Paris Nainggolan, Guru sekaligus Official Trainer HTTID, serta Jeffri Simangunsong, Tim Penyusun Buku Muatan Lokal Kabupaten Toba. Kedua narasumber berbagi wawasan dan pengalaman mengenai strategi implementasi pembelajaran mendalam yang terintegrasi dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Dalam sesi pemaparannya, Kurnia Paris Nainggolan menekankan pentingnya strategi kokurikuler yang kreatif dalam mendukung pembelajaran mendalam (deep learning). Ia menjelaskan bahwa pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada penguatan karakter, keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta kemampuan reflektif peserta didik. Integrasi kegiatan kokurikuler menjadi salah satu cara efektif untuk memperkaya pengalaman belajar siswa secara kontekstual dan bermakna.
Sementara itu, Jeffri Simangunsong memaparkan bagaimana kearifan lokal dapat dikemas secara sistematis dalam pembelajaran melalui pengembangan muatan lokal. Ia menjelaskan pentingnya menghadirkan konten lokal yang relevan dengan kehidupan peserta didik agar pembelajaran lebih kontekstual, membumi, dan mampu memperkuat identitas budaya. Melalui integrasi konten lokal, peserta didik tidak hanya memahami konsep akademik, tetapi juga menghargai nilai-nilai budaya di lingkungannya.
Kegiatan webinar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi peserta untuk menggali lebih dalam praktik implementasi di sekolah masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui EdTech Webinar ini, diharapkan para pendidik dapat memperoleh inspirasi dan strategi praktis dalam mengemas kearifan lokal ke dalam kegiatan kokurikuler yang mendukung pembelajaran mendalam. Integrasi antara teknologi, strategi pembelajaran, dan nilai budaya lokal diharapkan mampu menciptakan proses belajar yang lebih bermakna, relevan, serta berkelanjutan di era pendidikan modern.
