Publikasi artikel ilmiah sering jadi tantangan tersendiri, terutama bagi mahasiswa dan peneliti pemula. Salah satu penyebab artikel ditolak bukan karena isinya buruk, tapi karena salah memilih jurnal. Supaya usaha dan waktu yang sudah kamu curahkan nggak sia-sia, yuk simak tips memilih jurnal yang tepat agar peluang diterima makin besar!
1. Pahami Fokus dan Scope Jurnal
Setiap jurnal punya fokus dan ruang lingkup (scope) tertentu. Pastikan topik artikelmu sesuai dengan bidang kajian jurnal yang dituju. Misalnya, artikel tentang pendidikan Islam sebaiknya dikirim ke jurnal yang memang membahas pendidikan atau studi keislaman, bukan jurnal teknik atau ekonomi.
2. Cek Kredibilitas dan Reputasi Jurnal
3. Perhatikan Template dan Author Guidelines
Setiap jurnal punya aturan penulisan yang berbeda, mulai dari format, jumlah kata, hingga gaya sitasi. Artikel yang bagus bisa langsung ditolak kalau tidak sesuai template.
4. Sesuaikan Tingkat Kualitas Artikel
Jujur pada diri sendiri itu penting. Artikel berbasis tugas kuliah tentu berbeda levelnya dengan artikel hasil riset mendalam. Pilih jurnal yang sesuai dengan kualitas dan kedalaman penelitian agar peluang diterima lebih realistis.
5. Pelajari Artikel yang Sudah Terbit
6. Perhatikan Waktu Review dan Biaya Publikasi
Beberapa jurnal membutuhkan waktu review yang cukup lama. Jika kamu punya deadline (misalnya untuk wisuda atau kenaikan jabatan), pilih jurnal dengan estimasi review yang jelas. Selain itu, cek juga apakah jurnal memungut Article Processing Charge (APC) atau gratis.
7. Gunakan Tools Pendukung
Manfaatkan platform akademik seperti Google Scholar, Garuda, dan SINTA untuk mencari referensi ilmiah yang relevan dan terpercaya, baik dari jurnal internasional maupun nasional yang telah terakreditasi.

